
Kadad namanya . Kadad seorang mualaf dari keluarga petani dhuafa yang baru saja belajar membaca Al Qur’an dan mengaji. Kadad adalah santri asli dari kepulauan Mentawai yang berangkat ke Pesantren Al Muhtadin , Sukabumi dengan dukungan dari YBM PLN. Terbayang ya gaesss jarak dari kepulauan Mentawai menuju Kabupaten Sukabumi yang berada di wilayah selatan Jawa Barat .
Saat membaca kisah hidupnya, terbayang perjuangan Kadad ditengah deraan hidupnya. Dusunnya jauh dari kota . Untuk menuju ke kota saja , Kadad harus menempuh 4 jam perjalanan menyusur sungai dengan perahu . Terbayang ya bagaimana perjuangan kadad muda saat hendak berangkat menjadi Santri Vokasi Pertanian Indonesia ke Jawa Barat . Naik perahu, disambung kapal, disambung mobil sampai kota Padang , Sumatera Barat, lanjut naik pesawat ke Jakarta . Inilah kali pertama Kadad muda melakukan perjalan jauh dari dusunnya, langsung menempuh ribuan kilometer , demi berjuang untuk merubah nasibnya . Inlah kemudahan yang Allah berikan, dengan semangat membaja seorang Kadad muda bertekad keras untuk belajardi Al Muhtadin menjadi seorang santri ahli pertanian professional.
Senang sekali rasanya Kadad bisa kenal dengan banyak kawan baru dari wilayah lain. Santri Vokasi Pertanian Indonesia memang berasal dari berbagai wilayah Indonesia (Jawa Barat, Kalimantan Sumatera , NTT) . Bahagia sekali Kadad mendapat Ilmu agama dan Ilmu pertanian yang menurutnya sangat membuka wawasan berpikirnya . Kadad bertekad untuk belajar dengan giat agar bisa menjadi Ustadz yang ahli bertani untuk memajukan kampung halamannya . Ayo maju terus Kadad. Jadilah pemuda dan santri kebanggaan kampung halamanmu, kebanggan YBM PLN dan kebanggaan Al Muhtadin .
Sumber: Yayasan Baitul Maal PLN (@ybmpln)

